UAS ETIKA BISNIS

 

NAMA                           : DIAN SANTI R

NIM                               : 01223011

PRODI                          : MANAJEMEN – C

MATA KULIAH          : ETIKA BISNIS

 

SOAL UAS

1. Banyaknya kasus ledakan gas LPG di berbagai tempat beberapa waktu lalu mendorong BPPT melakukan audit investigasi terhadap sistem kompor gas LPG. Penyebab kebocoran yang utama adalah masalah pada sistem katup (valve) dan ketidak sempurnaan tabung gas itu sendiri. Apa antisipasi masyarakat sebagai pengguna LPG agas tidak menjadi korban atas banyaknya kasus LPG ini?

JAWABAN :

Untuk mengantisipasi dan mencegah kejadian ledakan gas LPG, masyarakat sebagai pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah keamanan berikut:

1.     Memilih Tabung dan Peralatan LPG yang Berkualitas

2.     Pengecekan Rutin Peralatan

3.     Penggunaan dan Penempatan yang Aman

4.     Cara Menggunakan LPG dengan Aman

5.     Tindakan Darurat Jika Terjadi Kebocoran

6.     Edukasi dan Sosialisasi

7.     Penggunaan Teknologi Deteksi Kebocoran

2. Jamu adalah obat tradisional yang berasal dari bahan tanaman obat yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran) serta digunakan secara turun temurun mulai dari nenek moyang kita yang sudah terbukti khasiatnya, tetapi mengapa di indonesia masih kalah populer dengan obat-obatan konvensional? Apa yang harus dilakukan pemerintah dalam mempromosikan obat tradisional tersebut?

JAWABAN :

Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini serta langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk mempromosikan jamu adalah :

1.      Kurangnya Bukti Ilmiah yang Terpublikasi

2.      Citra Tradisional

3.      Persaingan dengan Obat Modern

4.      Kurangnya Standarisasi dan Regulasi

5.      Kurang Promosi

Langkah Pemerintah untuk Meningkatkan Popularitas Jamu :

1. Meningkatkan Penelitian dan Standarisasi

  • Pemerintah perlu mendorong penelitian ilmiah terhadap khasiat dan keamanan jamu, termasuk uji klinis, agar manfaatnya dapat dibuktikan secara akademis dan medis.
  • Memberikan sertifikasi atau label khusus untuk jamu yang telah memenuhi standar produksi dan keamanan (Good Manufacturing Practices - GMP).

2. Edukasi Masyarakat

  • Mengadakan kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat jamu melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.
  • Mengintegrasikan informasi tentang jamu dalam kurikulum pendidikan kesehatan.

3. Dukungan Industri Jamu

  • Memberikan insentif bagi industri jamu, seperti subsidi bahan baku, pembebasan pajak, atau bantuan untuk modernisasi produksi.
  • Memfasilitasi pelaku usaha jamu dalam memasarkan produknya di pasar lokal maupun internasional.

4. Memanfaatkan Teknologi

  • Mendorong pengembangan jamu dalam bentuk yang lebih modern, seperti kapsul, tablet, atau minuman kemasan, agar lebih praktis bagi konsumen muda.
  • Membuat aplikasi atau platform digital yang memberikan informasi lengkap tentang jenis-jenis jamu, manfaat, dan cara penggunaannya.

5. Kerja Sama dengan Layanan Kesehatan

  • Memasukkan jamu sebagai bagian dari layanan kesehatan tradisional di fasilitas kesehatan (puskesmas, rumah sakit).
  • Memberikan pelatihan kepada tenaga medis untuk merekomendasikan jamu sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan konvensional.

6. Promosi Jamu di Pasar Internasional

  • Mengadakan pameran dan promosi jamu di tingkat global untuk memperkenalkan produk jamu Indonesia kepada dunia.
  • Mendaftarkan produk jamu ke badan regulasi internasional agar dapat dipasarkan secara legal di luar negeri.

7. Pengakuan sebagai Warisan Budaya

  • Memperkuat identitas jamu sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia melalui UNESCO atau program nasional, sehingga meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap jamu.

 

3. Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis. Apa akibat yang ditimbulkan bila etika bisnis diabaikan? Berikan contoh realita yang terjadi di dunia bisnis!

JAWABAN :

·       Kerugian Reputasi: Perusahaan yang melanggar etika kehilangan kepercayaan konsumen, karyawan, dan mitra bisnis.

·       Sanksi Hukum dan Finansial: Pelanggaran seperti penipuan atau pencemaran lingkungan dapat membawa denda, litigasi, atau penutupan usaha.

·       Efek Sosial dan Ekonomi: Contoh: Skandal Enron di Amerika Serikat (2001). Manipulasi laporan keuangan untuk keuntungan jangka pendek menyebabkan kebangkrutan perusahaan dan kerugian besar bagi investor.

4. Ada hubungan yang sinergis antara etika bisnis dan laba perusahaan. Bagaimana dengan Perusahaan yang berhasil membohongi konsumennya dan berhasil meraup keuntungan yang tinggi! Apa penjelasan anda dalam memandang fenomena ini? 

JAWABAN :

Perusahaan yang membohongi konsumen untuk keuntungan jangka pendek berisiko besar:

  • Jangka Pendek: Mungkin perusahaan berhasil meraup laba tinggi.
  • Jangka Panjang: Skandal dapat mengakibatkan kerugian reputasi, gugatan hukum, dan boikot konsumen.
  • Contoh: Skandal Dieselgate oleh Volkswagen (2015). Manipulasi uji emisi awalnya menghasilkan keuntungan besar tetapi berdampak pada denda miliaran dolar dan reputasi yang hancur.

5. Moral yang tinggi terbukti membawa sukses perusahaan dalam jangka panjang atau sukses yang berkelanjutan. Apakah ini bukan hanya slogan saja. Adakah perusahaan yang sudah sukses menerapkan hal tersebut? Berikan contohnya.

JAWABAN :

Pernyataan bahwa moral yang tinggi membawa sukses perusahaan dalam jangka panjang bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga telah terbukti dalam praktik di banyak perusahaan global. Berikut adalah beberapa contoh nyata dari perusahaan yang sukses menerapkan moral tinggi sebagai bagian dari budaya kerja mereka:

1. Patagonia

  • Prinsip Moral: Patagonia adalah perusahaan pakaian outdoor yang dikenal dengan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan karyawan. Mereka menerapkan kebijakan seperti mendonasikan 1% dari penjualan mereka untuk konservasi lingkungan dan memberikan cuti melahirkan serta kebijakan kerja fleksibel untuk karyawan.
  • Dampak: Dengan pendekatan ini, Patagonia telah berhasil membangun reputasi sebagai perusahaan yang etis dan mendapatkan loyalitas dari pelanggan dan karyawannya. Hasilnya, perusahaan tetap menguntungkan dalam jangka panjang meskipun menargetkan pasar yang khusus.

2. Google (sekarang Alphabet Inc.)

  • Prinsip Moral: Google dikenal dengan pendekatan "Don't be evil" (meskipun sekarang lebih fokus pada "Doing the right thing"). Perusahaan ini memberikan lingkungan kerja yang inklusif, gaji yang kompetitif, serta fasilitas karyawan seperti makanan gratis, waktu fleksibel, dan kesempatan pengembangan diri.
  • Dampak: Kesejahteraan karyawan yang tinggi menghasilkan tingkat inovasi yang luar biasa, yang membantu Google mempertahankan posisi sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

3. Unilever

  • Prinsip Moral: Unilever memiliki komitmen terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui program seperti Sustainable Living Plan, yang bertujuan mengurangi jejak lingkungan mereka sekaligus meningkatkan dampak sosial.
  • Dampak: Perusahaan ini mendapatkan kepercayaan dari konsumen global, menarik investor jangka panjang, dan menjaga daya saing meskipun menghadapi tantangan ekonomi.

4. Starbucks

  • Prinsip Moral: Starbucks dikenal dengan pendekatan "People First". Mereka memberikan pelatihan karier, asuransi kesehatan, dan bahkan bantuan pendidikan bagi karyawan. Starbucks juga berinvestasi dalam perdagangan kopi yang adil (fair trade).
  • Dampak: Kebijakan ini meningkatkan loyalitas karyawan dan pelanggan, membuat Starbucks menjadi salah satu merek kopi paling sukses di dunia.

5. Salesforce

  • Prinsip Moral: Salesforce memprioritaskan filantropi melalui model 1-1-1, di mana mereka menyumbangkan 1% dari ekuitas, produk, dan waktu karyawan untuk komunitas.
  • Dampak: Pendekatan ini meningkatkan reputasi Salesforce sebagai perusahaan teknologi yang bertanggung jawab secara sosial, sekaligus menarik talenta berkualitas yang berbagi nilai yang sama.

 6. Salah satu masalah etika bisnis adalah Suap (Bribery). Bagaimanakah praktek ini dijalankan. Bagaimana pula cara penanggulangannya?

JAWABAN :

Praktek Suap:
Suap dilakukan dengan memberikan uang, barang, atau jasa kepada pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau bisnis, seperti memenangkan kontrak, menghindari pajak, atau mempercepat proses perizinan. Suap sering melibatkan pihak pemerintah maupun swasta.

Cara Penanggulangan:

  • Regulasi Ketat: Memperkuat undang-undang anti-korupsi dan menerapkan sanksi yang berat.
  • Transparansi: Mewajibkan pelaporan transaksi keuangan dan proses tender secara terbuka.
  • Edukasi Etika: Memberikan pelatihan kepada karyawan dan pejabat untuk menanamkan nilai-nilai anti-suap.
  • Whistleblower Proteksi: Melindungi pelapor suap untuk mendorong pelaporan kasus tanpa rasa takut.

7. Bagaimana cara menciptkakan iklim persaingan yang sehat! Berikan contoh penerapannya!

JAWABAN :

Cara Menciptakan Iklim Persaingan yang Sehat

  • Regulasi yang Adil: Pemerintah harus mengatur pasar dengan kebijakan yang adil untuk semua pemain, seperti undang-undang anti-monopoli.
  • Transparansi Bisnis: Mendorong keterbukaan dalam harga, kualitas produk, dan proses tender.
  • Pendidikan Pasar: Memberikan informasi kepada konsumen untuk membuat pilihan yang lebih baik.
  • Sanksi Tegas: Memberikan hukuman kepada pihak yang melakukan persaingan tidak sehat, seperti dumping atau pencurian inovasi.

Contoh Penerapan:
Di Uni Eropa, undang-undang anti-monopoli menindak perusahaan besar yang mencoba menguasai pasar, seperti denda besar pada Google karena praktik monopoli pada layanan iklan digital.

8. Bahaya rokok bagi kesehatan memang sudah dicantumkan dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran. Tetapi mengapa Produk rokok tersebut tetap laku keras dan meih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap penerimaan pajak melalui cukai rokok? Jelaskan!

JAWABAN :

  • Kecanduan Nikotin: Kandungan nikotin dalam rokok membuat banyak konsumen sulit berhenti meskipun mengetahui risiko kesehatan.
  • Budaya dan Kebiasaan: Di banyak tempat, merokok telah menjadi bagian dari budaya atau gaya hidup.
  • Iklan dan Promosi: Perusahaan rokok masih gencar mempromosikan produknya secara halus, termasuk melalui sponsor acara.
  • Pajak dan Harga: Meskipun cukai tinggi, rokok tetap terjangkau untuk sebagian besar masyarakat.

Kontribusi terhadap Pajak:
Cukai rokok menjadi salah satu sumber pendapatan negara terbesar, sehingga pemerintah masih mengandalkan penerimaan dari industri ini.
 

9. Masalah kelangkaan bawang putih yang memicu kenaikan harga bawang tersebut melanda Indonesia pada beberapa waktu lalu disebabkan oleh apa? Apa antisipasi Pemerintah agar tidak terjadi masalah yang sama di periode mendatang? Jelaskan!

JAWABAN :

Penyebab:

  • Ketergantungan Impor: Sebagian besar bawang putih di Indonesia diimpor, sehingga gangguan pada negara pengekspor dapat memengaruhi pasokan.
  • Spekulasi Harga: Penimbunan oleh pedagang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
  • Kurangnya Produksi Lokal: Produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan.

Antisipasi Pemerintah:

  • Diversifikasi Pasokan: Meningkatkan jumlah negara mitra dagang untuk impor.
  • Swadaya Produksi: Mendorong petani lokal untuk menanam bawang putih melalui insentif.
  • Pengawasan Ketat: Mengawasi distribusi dan mencegah praktik penimbunan.

10. Apa Stretegi yang dilakukan Jerman, Prancis dan Indonesia untuk memerangi Korupsi. Mengapa Indonesia masih terkendala sementari di dua negara lain tersebut relatif sukses? Jelaskan!

JAWABAN :

Jerman dan Prancis:

  • Pendidikan Anti-Korupsi: Memberikan pendidikan etika sejak dini.
  • Institusi yang Kuat: Memiliki badan pengawas yang independen dan kuat.
  • Sistem Digitalisasi: Mengurangi interaksi langsung melalui digitalisasi pelayanan publik.
  • Penegakan Hukum yang Cepat: Proses hukum yang efisien dan hukuman berat bagi pelaku korupsi.

Indonesia:

  • Peningkatan Regulasi: KPK dibentuk sebagai lembaga antikorupsi.
  • E-Government: Mulai menerapkan digitalisasi layanan untuk mengurangi peluang korupsi.
  • Kampanye Kesadaran Publik: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya korupsi.

Mengapa Indonesia Tertinggal:

  • Budaya Korupsi: Korupsi telah mengakar dalam birokrasi dan sulit diberantas sepenuhnya.
  • Kurangnya Penegakan Hukum: Proses hukum sering kali lambat, dan hukuman tidak memberikan efek jera.
  • Tekanan Politik: Intervensi dari pihak berkepentingan melemahkan independensi lembaga anti-korupsi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA BISNIS TENTANG BERBAGAI PELANGGARAN YANG TERJADI DI INDONESIA